Naskah yang tampak rapi di Microsoft Word belum tentu terbaca rapi setelah masuk ke situs. Jarak kosong berulang, huruf tebal yang dipakai sebagai judul, atau pemisah halaman dapat berubah saat dokumen dikonversi. Karena itu, unggahan DOCX sebaiknya menjadi awal pemeriksaan, bukan langkah terakhir.
Jaga struktur naskah
Sebelum mengunggah, gunakan gaya judul untuk judul bagian dan paragraf biasa untuk isi. Struktur yang semantik lebih mudah dipertahankan daripada format yang hanya mengandalkan ukuran huruf atau spasi. Untuk cerita berseri, masukkan satu bab sebagai satu unit agar urutannya tetap jelas di indeks.
Periksa hasil konversi
Konverter seperti Mammoth dapat membantu mengubah DOCX menjadi HTML yang lebih bersih, tetapi hasilnya tetap perlu ditinjau di editor Gutenberg. Periksa pergantian paragraf, kutipan, subjudul, dan karakter khusus sebelum menerbitkan. Hapus pemformatan yang terbawa dari dokumen jika membuat teks tampak tidak konsisten.
Baca ulang di layar kecil
Sesudah konversi, buka pratinjau di ponsel dan baca beberapa bagian, bukan hanya judulnya. Pastikan paragraf tidak berubah menjadi blok terlalu padat dan pembaca tetap mudah menemukan navigasi ke bab berikutnya atau indeks cerita. Naskah siap terbit ketika bentuknya di layar terasa setenang isinya.
