Bayangkan seseorang membuka bab lewat tautan yang dikirim temannya, bukan dari halaman depan. Jika judul cerita dan nomor bab tak terlihat, ia harus menebak dulu sebelum bisa menikmati bacaan. Untuk cerita berseri, konteks bukan hiasan halaman; konteks adalah bagian dari pengalaman membaca.
Tampilkan konteks sejak awal
Letakkan judul cerita dan penanda bab di area yang mudah ditemukan, sebelum atau dekat teks utama. Gunakan urutan yang konsisten, misalnya “Nama Cerita” lalu “Bab 4: Hari yang Panjang”, agar pembaca tak perlu membedakan keduanya sendiri. Nama cerita juga sebaiknya dapat diklik untuk kembali ke indeks.
Buat arah berikutnya jelas
Di akhir bab, sediakan navigasi untuk Bab Sebelumnya, Indeks Cerita, dan Bab Berikutnya. Pastikan tautan indeks tetap mudah ditemukan, termasuk ketika bab pertama atau terakhir tidak memiliki pasangan navigasi. Pembaca perlu tahu apa yang bisa dilakukan selanjutnya tanpa harus menggulir kembali ke atas.
Jangan mengandalkan nomor saja
Nomor bab membantu menunjukkan urutan, tetapi tidak selalu cukup sebagai penanda. Nama cerita yang jelas menjaga orientasi saat seseorang mendarat langsung di tengah serial atau kembali setelah jeda. Uji halaman dengan satu pertanyaan sederhana: dalam beberapa detik, bisakah pembaca tahu cerita dan bab yang sedang terbuka?
